Keluarga jeruk dari genus Citrus dalam famili Rustaceae ini memiliki beberapa varian yang terkenal. Dua diantaranya adalah jeruk lemon dan jeruk nipis. Beberapa orang kadang bingung beda lemon dan jeruk nipis dalam penerapannya.
Kedua buah ini memiliki akar yang sama, dengan citarasa yang tak jauh beda dan kerap dimanfaatkan sebagai pelengkap dalam masakan. Kandungan keasaman didalamnya mampu memperkuat cita rasa dalam pembuatan makanan dan camilan sehat atau minuman.
Sebelum membahas tentang perbedaan dari kedua jenis ini ada baiknya kita bahas satu-satu tentang buah ini agar lebih jelas informasi dasarnya. Berikut penjelasannya…
Lemon
Lemon atau yang memiliki nama popular lain sitrun, pada awalnya dibudidayakan di negara-negara Portugal, Spanyol, Brazil, Argentina, Amerika Serikat dan negara-negara di sekitar laut tengah.

Pohon lemon ini dapat tumbuh mencapai ketinggian 6 meter dan tumbuh baik di daerah dengan iklim tropis atau sub-tropis, tapi akan buruk pada daerah dengan cuaca dingin.
Secara klasifikasi pohon lemon dijelaskan sebagai berikut :
| Kingdom | : | Plantae |
| Sub Kingdom | : | Spermatophyta |
| Super Divisi | : | Spermatophtya |
| Divisi | : | Magnolophyta |
| Kelas | : | Magnoliopsida |
| Sub Kelas | : | Rosidae |
| Ordo | : | Sapindales |
| Famili | : | Rutaceae |
| Genus | : | Citrus |
| Spesies | : | Citrus lemon |
Morfologi tanaman lemon
Sebelum dibudidayakan di Benua Eropa dan Amerika, awal mula tanama lemon ini ditemukan adalah di Benua Asia, tepatnya di Asia Tenggara dan Asia Timur. Baru kemudia pada awal abad ke-10 atau ke-11, tanaman ini populer di Cina, Eropa, Amerika dan Timur Tengah.
Membudidayakan lemon tidaklah terlalu sulit. Sifat tanaman ini mudah tumbuh dan metode penanamannya juga sama dengan tanaman jeruk pada umumnya.
Tanaman ini dapat ditanam di kebun, halaman atau pekarangan rumah yang agak luas. Yang perlu diperhatikan dalam perawatannya adalah cara memangkas, karena berhubungan dengan pertumbuhannya.

Untuk lebih memahami tentang tanaman ini, diperlukan pembahasan secara morfologi, yaitu membahas tentang bentuk fisik dan struktur dari tanaman lemon meliputi morfologi akar, batang, daun, bunga dan buah.
Morfologi akar lemon
Dikarenakan termasuk tanaman dikotil, tanaman ini memiliki jenis akar tunjang yang kuat untuk menopang tanaman dan berfungsi sebagai penyerap nutrisi dari tanah.
Morfologi batang lemon
Jenis batang dari tanaman ini adalah berkayu. Bentuk batangnya bulat, tegak dengan percabangan simpodial. Batang tanaman lemon berwarna hijau, terdapat duri pada batang dan ranting pohon yang cukup panjang dengan jarak yang tidak begitu rapat.
Morfologi daun lemon
Tanaman lemon termasuk daun tunggal berseling, memiliki daun dengan tepi yang rata, pangkal agak meruncing dan bentuknya lonjong. Panjang daun lemon bisa mencapai 8 cm dan lebar 5 cm. Permukaan dari tangkai daunnya berbentuk silindris, licin dan berminyak.
Morfologi bunga lemon
Bunga tanaman ini tumbuh pada ketiak daun, bertangkai segitiga, berwarna hijau dan termasuk bunga majemuk.
Mahkota dari bunga lemon berwarna putih berpadu kuning, dengan bentuk bintang dan berjumlah lima helai.
Benang sari bunga lemon mempunyai ukuran 1.5 cm, dengan kepala sari berwarna kuning, berbentuk ginjal.
Tangkai putik bunga berukuran 1 cm dengan bentuk silindris. Kepala putiknya berwarna kuning dengan bentuk bulat.
Morfologi buah lemon
Umumnya buah lemon memiliki warna kuning tua, berdaging tebal dengan permukaan kulit yang mengkilap. Namun warna kuning ini akan menjadi pucat bila buah terlalu matang. Kulit dari buah ini mengandung asiri, bertekstur kasar, bulat dengan dasar agak menonjol.
Panjang buah lemon bisa mencapai 8 cm dengan ketebalan kulit bisa mencapai 0.7 cm. Daging buahnya berwarna kuning kemerahan, memiliki kandungan sari buah berupa asam sitrat sebanyak 5% dengan pH 3.
Di dalam buahnya terdapat biji yang berwarna putih, berbentuk bulat telur dengan tekstrur yang cendrung berkerut. Setiap buah lemon mengandung biji yang relatif banyak, jumlahnya bisa mencapai 15 biji.

Jenis lemon yang beredar di Indonesia
Lemon setidaknya memiliki sekitar 20 varietas, tapi yang ada di Indonesia hanya ada beberapa, diantaranya adalah :
- Eureka Lemon
- Lisbon Lemon
- Meyer Lemon
Eureka Lemon
Ciri khasnya memiliki kulit luar yang kasar dengan tonjolan pada ujung buahnya, memiliki rasa yang sama pada umumnya lemon, yaitu sepet, dan terdapat biji pada daging buahnya.
Lisbon Lemon
Memiliki ciri khas kulit luar yang mulus, tidak memiliki tonjolan pada ujung buahnya, namun memiliki rasa yang sama dengan eurika lemon, yaitu sepet.
Meyer Lemon
Lemon jenis ini adalah yang paling banyak dijumpai di pasaran dan restoran, memiliki rasa yang manis dan beraromatik.
Manfaat buah lemon
Pemanfaatan buah lemon yang sudah berkembang saat ini adalah digunakan untuk keperluan kesehatan, kecantikan, rumah tangga atau sebagai penguat rasa pada makanan dan minuman.
Hanya perlu diingat bahwa beberapa hasil penelitian tentang manfaat lemon kadang dipublikasikan secara tidak bijak hanya untuk kepentingan bisnis. Karena beberapa zat penting kadang lebih banyak terdapat pada kulit lemon dari pada di daging buahnya.
Silahkan baca : "8 Kekeliruan Manfaat Lemon"
Berikut beberapa manfaat dari buah lemon yang dapat penulis rangkum :
Dalam dunia kesehatan :
- Melancarkan pencernaan,
- Merawat kesehatan mulut,
- Meningkatkan imun,
- Membantu proses detox dalam tubuh,
- Mengatasi sakit tenggorokan,
- Mencegah batu ginjal,
- Meminimalkan resiko stroke,
- Menyehatkan jantung,
- Meredakan stres, dan
- Membantu menurunkan berat badan.
Dalam dunia kecantikan :
- Menghilangkan komedo dan flek hitam pada wajah,
- Membantu mengecilkan pori-pori wajah,
- Mencerahkan kulit,
- Membantu memudarkan bekas jerawat,
- Membantu menghilangkan kulit belang karena matahari,
- Membantu menghilangkan keriput pada kulit, dan
- Membantu mengecilkan perut buncit.
Dalam dunia rumah tangga :
- Menghilangkan noda pakaian,
- Sebagai pemutih alami pakaian,
- Membersihkan keran air dan wastafel,
- Mengembalikan warna asli peralatan dapur,
- Menghilangkan bau tak sedap dalam rumah, dan
- Mengusir serangga.
Manfaat lemon dalam dunia makanan dan minuman :
- Menghambat pencoklatan makanan atau buah lain karena oksidasi,
- Pengaya rasa pada olahan makanan, dan
- Penguat rasa pada campuran minuman atau dibuat sebagai jus.
Jeruk Nipis
Masyarakat kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya jeruk nipis. Buah ini memiliki rasa yang asam pahit, sering digunakan sebagai penguat rasa makanan atau sebagai penghilang bau amis.
Di Indonesia, jeruk nipis memiliki beberapa nama daerah yang berbeda-beda, antara lain di Jawa Barat (Sunda) disebut jeruk nipis, di Jawa disebut jeruk pecel, di Kalimantan disebut lemau nepi, di Sulawesi disebut lamo ape/lemo kapasa/lemo kadasa, di Maluku disebut dengan puhat em nepi (Buru), aupfisis (Seram), lemonepis (Ambon), wanabedudu (Halmahera), dan lain sebagainya.

Dalam pertumbuhannya, jeruk nipis dapat tumbuh mencapai ketinggian antara 3-6 meter, bahkan ada yang mencapai 15 meter. Termasuk tumbuhan perdu, tumbuh baik di tanah alkali dengan pencahayaan sinar matahari langsung. Tanaman ini dapat hidup di dataran rendah sampai dengan ketinggian 1000 mdpl.
Secara klasifikasi tanaman jeruk nipis dijelaskan sebagai berikut :
| Kingdom | : | Plantae |
| Sub Kingdom | : | Spermatophyta |
| Super Divisi | : | Spermatophtya |
| Divisi | : | Magnolophyta |
| Kelas | : | Magnoliopsida |
| Sub Kelas | : | Rosidae |
| Ordo | : | Sapindales |
| Famili | : | Rutaceae |
| Genus | : | Citrus |
| Spesies | : | Citrus aurantifolia |
Morfologi Jeruk Nipis
Menurut sejarah tanaman jeruk nipis berasal dari Birma Utara, Cina Selatan dan India bagian Utara, dan masuk ke Indonesia karena dibawa oleh Bangsa Belanda.
Jeruk nipis termasuk tanaman tahunan dan sudah lama dibudidayakan di Indonesia. Kualitas buah ini bukan dilihat dari ukuran buahnya, tapi dilihat dari warna, kejernihan dan tekstur kulit buahnya. Semakin tipis kulit buahnya, maka semakin banyak kandungan airnya.

Untuk lebih memahami tentang tanaman ini, diperlukan pembahasan secara morfologi, yaitu membahas tentang bentuk fisik dan struktur dari tanaman lemon meliputi morfologi akar, batang, daun, bunga dan buah.
Morfologi akar jeruk nipis
Jeruk nipis memiliki perakaran tunjang dan dibagi menjadi lima bagian, yaitu ujung akar (apex radices), cabang akar (radix lateralis), batang akar (corpus radicis), serabut akar (fibrilia radicalis) dan leher akar (collum).
Akar jeruk nipis dapat mencapai kedalaman 4 meter jika ditanam pada tanah yang subur dan gembur. Hal ini dikarenakan pada ujung akarnya terdapat sel-sel muda yang sering membelah dan merupakan titik tumbuh akar.
Morfologi batang jeruk nipis
Batangnya termasuk berkayu keras, kuat, berbentuk bulat dan ditumbuhi mata tunas. Ada yang bagian permukaannya halus dan ada juga yang kasar dengan duri pendek, kaku dan tajam.
Batang jeruk nipis berdiri tegak ke atas bersifat monopodial, dengan bagian ujung sedikit membengkok. Ketinggian batangnya memiliki ukuran beragam antara 5-15 meter, begitu juga dengan warna batangnya yang beragam, tergantung dari jenis varietasnya.
Morfologi daun jeruk nipis
Bagian tepi daun jeruk nipis beringgit dengan permukaan atas daun berwarna hijau tua mengkilap, dan bagian bawahnya berwarna hijau muda. Panjangnya antara 2.5-9 cm dengan lebar 2.5 cm.
Bagian daun jeruk nipis dibagi menjadi 3 bagian, yaitu helai daun, tangkai daun dan tangkai anak daun.
Helai daunnya berbentuk oval, dengan pangkal daun membulat dan ujung daun berbentuk tumpul. Daging daunnya seperti kertas, dengan tulang daun menyirip dan tangkai bersayap. Duduk daun tersebar karena disetiap buku-buku hanya terdapat satu daun.
Morfologi bunga jeruk nipis
Bunga jeruk nipis bentuknya menyerupai mangkuk. Termasuk dalam kelompok bunga majemuk, memiliki putik, benang sari dan mahkota, tersusun dalam malai yang muncul dari ketiak daun.
Mahkota bunga berbentuk lanset dengan warna putih. Tangkai putiknya berbentuk silindris dan termasuk ke dalam jenis hermaprodit karena putik dan benangsarinya berada dalam satu tanaman.
Aroma bunga jeruk nipis termasuk yang disukai para lebah karena harum.
Morfologi buah jeruk nipis
Buahnya berbentuk bulat dengan ukuran yang relatif kecil. Permukaan kulit buah cendrung licin, berkulit tipis dengan warna hijau cerah.
Kulit jeruk nipis memiliki tiga lapisan, yaitu lapisan luar, tengah dan dalam. Lapisan luar berstruktur kaku, mengandung banyak kelenjar minyak astiri. Lapisan tengahnya terdiri atas jaringan bunga karang yang disebut albedo, dan lapisan dalamnya bersekat-sekat membentuk ruangan yang berisi gelembung berair.
Biji jeruk nipis berjumlah banyak dengan bentuk kecil oval. Bijinya memiliki lapisan kulit luar dan kulit dalam. Lapisan luarnya merupakan pelindung dari biji yang ada didalamnya.
Jenis jeruk nipis yang beredar di Indonesia
Di Indonesia terkenal ada dua jenis jeruk nipis, yaitu jeruk nipis dengan biji, dan jeruk nipis tanpa biji.
Yang berbiji mempunyai bentuk bulat dengan diameter 3.5-5 cm, dengan ujung buah tidak berputing. Saat masih mudah buahnya berwarna hijau, lalu menjadi kuning kehijauan saat usia panen dan tumbuh bergerombol.
Sedangkan jenis yang tanpa biji bentuknya bulat lonjong seperti telur ayam. Warna buahnya saat muda sama yaitu hijau, sedangkan saat sudah masak berwarna kuning.
Manfaat jeruk nipis
Banyak orang sudah mengetahui manfaat jeruk nipis baik untuk kesehatan, kecantikan atau untuk menu program diet.
Meskipun yang rasanya asam dengan sedikit pahit, jeruk nipis banyak sekali mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan untuk tubuh manusia.
Berikut 22 manfaat dari jeruk nipis baik untuk kesehatan, kecantikan, diet maupun dalam olahan makanan :
Manfaat jeruk nipis kesehatan :
- Meningkatkan imunitas,
- Membantu menyeimbangkan pH darah,
- Menurunkan resiko terkena kanker,
- Membantu mengurangi tekanan darah tinggi,
- Mengontrol asam urat,
- Menurunkan kolesterol,
- Membantu menyehatkan ginjal,
- Meredakan sakit gigi atau gusi bengkak,
- Meredakan sakit radang tenggorokan
Manfaat jeruk nipis pada diet :
- Membantu menurunkan berat badan,
- Membantu menjaga berat badan yang ideal,
Manfaat jeruk nipis pada kecantikan :
- Membantu memutihkan gigi,
- Menghilangkan bau badan dan bau ketiak,
- Menghilangkan panu pada kulit,
- Membantu mencerahkan wajah,
- Mengencangkan kulit,
- Mengobati jerawat,
- Menyamarkan bekas jerawat atau flek hitam pada wajah,
- Membantu menghilangkan komedo,
- Menebalkan rambut,
- Membantu mengurangi dan menghilangkan ketombe,
- Menebalkan alis mata.
Manfaat jeruk nipis pada makanan dan minuman :
- Menghilangkan bau amis pada daging,
- Menguatkan rasa,
- Sebagai infuse water
Kesimpulan beda lemon dan jeruk nipis
Dari uraian penjelasan di atas maka dapat disimpulkan perbedaan dari lemon dan jeruk nipis adalah sebagai berikut :

| Perbedaan dalam : | Lemon | Jeruk Nipis |
| Bentuk | Bentuk buahnya besar, oval, berwarna kuning | Bentuknya lebih kecil, bulat, berwarna hijau |
| Rasa | Asam manis | Asam pahit |
| Nutrisi | Lebih banyak vitamin C | Lebih banyak vitamin A |
| Pemanfaatan | Digunakan irisan kulit dan daging buah | Hanya digunakan perasan airnya saja |
| Kulit buah | Tebal dan banyak mengandung nutrisi penting | Tipis dan sedikit mengandung nutrisi |